Minggu, 17 Mei 2009

ISNPIRASI KU MEMBAWAKU PADA DUNIA YANG TAK BERUJUNG…

“ Kutuliskan sebuah surat ghaibku, dari perjalanan rapuhku.

Kau telah membangunkan dan menegurku ”

 

{

 Apabila yang kuucapkan ini sesat, maka

Kesesatan ini derasal dari diriku sendiri

Tetapi apabila tulisan ini ada benarnya juga, maka

Tak lain kebenarang itu bersumber dari Allah

Yang entah bagaimana, muncul begitu saja

}

 

Penderitaan yang kurasakan bigitu menyesakkan

Aku hampa karena kepedulian besar padanya

Aku tak ingin menyentuhnya karena menjaga kesuciannya

Namun dia begitu murah bagi yang lainnya

Aku tak bisa mengerti, atas apa yang harus kujaga

Namun dia merusaknya.

 

Aku dan kamu berjanji untuk menerima semua kekurangan

yang melekat pada diri kita, namun kamu mengabaikannya

begitu besar alasanmu yang tak masuk logika

mungkin kamu terlalu main-main untuk masalah seperti ini

kamu orang yang kubanggakan

pengetahuan-mu begitu luas

pertemanan-mu begitu hangat

senyuman-mu begitu renyah dan manis

ucapanmu begitu manja, mengelitk dan penuh misteri

namun ternya kamu begitu sempit

 

bagiku kekuranganmu tak menjadi masalah

namun kamu menolak penawaran kerjasama-ku

aku pun tak bisa mengelak, bahwa caraku sering salah…

ini kekuranganku, namun kamu seakan tertutup

dan kamu seakan tak mau membantu-ku

aku ingin menyempurnakan kita

namun kamu tak sabaran,

kamu kira kebebasan membuatmu bahagia?

Mungkin hanya sesaat…

 

Aku sayang kamu, meskipun kamu tak pernah mnengerti

Mengapa aku ingin terus bersama-mu?

Kamu mimpi maya akhir perjuanganku

Menghadapi peliknya maslah Dunia dan akhirat ku.

Ku ingin menetapkan keputusannya

Aku memang ragu, ragu akan mu. Tapi khusnudzon itu baik bagi ku

Sulit bagiku melupakannmu,

Namun…

kesungguhan ini akan kusimpan kembali

 

Sepertinya Allah telah menuntunku bisa mengenalmu

Aku mengenalmu begitu dekat seakan begitu kuat melekat dalam diri ku ini

Membawaku pada dunia tak berujung melampaui dunia sesungguhnya

Mengenalkannku arti sebuah perjuangan

Membuatku bisa merasakan indahnya kasih sayang

Membuatku bahagia bersama kelebihan dan kekurangannya

Mengenalkan seuatu yang baru bagi perjuanganku

Menguji kemampuanku yang sebetulnya tak ada apa-apanya

Namun hari ini aku harus kemabali,,,

Merapihkan barang-barang yang telah pernah menjadi tempat persinggahanku

Yang akan membuatku kembali pada awalnya kehadiranku sebelum bertamu

Padanya…

 

Ini buruk bagiku, namun aku tak ingin digilakan karena mengejarnya

Padahal dia tak pernah mengejar-ku

Aku terus mencoba mendapatkannya sehingga aku melupakan kasihku yang abadi, Allah…

Aku ingin tetap mencintainya seperti aku mencintai diriku

Aku ingin tetap menyayanginya seperti Allah menyayangiku

Walupun begitu sering cara salahku padanya

Membuatnya terikat, menyesakkan dan begitu hampa

Walaupun pada awalnya dia bisa menerima-ku

Namun…

Ia tak pernah menceritakan semua itu pada ku

Aku ingin dia mengerti akan ku, dia memendamnya

Sampai akhirnya dia menyampaikan pesan pahitnya

Melalui sahabatnya…

Apa yang kuimpikan nyata terjadi,

namun aku terlanjur cinta padanya

Mengapa baru kamu persalahkan cinta ini?

 

Kalolah hari itu aku menyentuhnya, dan kumerasakan bahagia

Namun sebetulnya tidak, sayang yang ada.

Aku bahagia dengan semua dosaku karenanya.

Dia bisa menjatuhkan ku disaat aku sedang tegak sekalipun

Karena apa?

Karena Dia manusia biasa seperti-ku

 

Aku sayang padanya, aku tak ingin dia menderita

Walau begitu sering aku melukainnya

Bagi ku bercanda itu penting, karena akupun humoris

Namun tidak untuknya, aku ingin memberikan yang terbaik untuknya

Ternyata itu membuatnya terluka

Saat kulepaskan, dia begitu bahagia

Namun aku begitu menderita dengan semua kesungguhanku

Kalaolah hari ini aku berada dijurang, aku akan tunjukan padanya

Kesungguhanku untuknya, namun buka untuk mati

Begitu bodoh rasanya mati sia-sia untuk orang yang tidak mencintai kita

Dan tak bisa menolong apa-apa setelah ku pulang pada-Nya

Namun aku akan terbang…

Menyadari betapa besarnya karunia ciptaannya yang Maha Besar

Allah…

 

Aku terlalu mencintainya, aku terlalu menayanginya

Sehingga aku lupa, harus kepada siapakah aku kembali

Allah…

Aku memintanya, aku menginginkannya

Namun aku melupakan sesuatu yang menggenggamnya

Allah…

Semua kekurangannya ku tak mengerti

Namun aku akan terus mencoba mengerti karena ini karuania

Allah…

Kesungguhan komitmen ku, membuatku harus terus berlari

Mencari celah cahaya dan kehidupan baru yang lebih abadi hanya untuknya

Allah…

Kalaulah hari ini aku simpan semua kesungguhanku padanya

Yang bisa menbuatku tenang, dan bahagia. Untuk tidak melupakannya

Allah…

Begitu pelik memang, tapi tidak akan pernah menyerah

Begitu sulit memang, tapi tidak untuk mati binasa. Dia selalu setia menemani kita

Allah…

Aku diam atau maju dan mudur atau mengalah

Namun langkah ini begitu pasti dan nyata padanya

Allah…

Kita sering ragu, mengapa kita ada di bumi ini

Kita sering bingung siapakah yang akan benar-benar percaya pada kita?

Allah…

Kita manusia pilihannya, kita lahir membawa sebuah misi

Yang dipertahankan sampai kita mati, jangan kita menyiakannya

Allah…

Biarkanlah hari ini kamu merasa begitu menderita

Karena esok kamu akan tertawa bahagia bersamanya

Allah…

Mungkin ada saatnya hidup kita begitu nestapa

Namun itu masalahnya, karena jauh dari-Nya

Allah…

 

 

azhar.kelana

1 komentar: