“ Kutuliskan sebuah surat ghaibku, dari perjalanan rapuhku.
Kau telah membangunkan dan menegurku ”
{
Apabila yang kuucapkan ini sesat, maka
Kesesatan ini derasal dari diriku sendiri
Tetapi apabila tulisan ini ada benarnya juga, maka
Tak lain kebenarang itu bersumber dari Allah
Yang entah bagaimana, muncul begitu saja
}
Penderitaan yang kurasakan bigitu menyesakkan
Aku hampa karena kepedulian besar padanya
Aku tak ingin menyentuhnya karena menjaga kesuciannya
Namun dia begitu murah bagi yang lainnya
Aku tak bisa mengerti, atas apa yang harus kujaga
Namun dia merusaknya.
Aku dan kamu berjanji untuk menerima semua kekurangan
yang melekat pada diri kita, namun kamu mengabaikannya
begitu besar alasanmu yang tak masuk logika
mungkin kamu terlalu main-main untuk masalah seperti ini
kamu orang yang kubanggakan
pengetahuan-mu begitu luas
pertemanan-mu begitu hangat
senyuman-mu begitu renyah dan manis
ucapanmu begitu manja, mengelitk dan penuh misteri
namun ternya kamu begitu sempit
bagiku kekuranganmu tak menjadi masalah
namun kamu menolak penawaran kerjasama-ku
aku pun tak bisa mengelak, bahwa caraku sering salah…
ini kekuranganku, namun kamu seakan tertutup
dan kamu seakan tak mau membantu-ku
aku ingin menyempurnakan kita
namun kamu tak sabaran,
kamu kira kebebasan membuatmu bahagia?
Mungkin hanya sesaat…
Aku sayang kamu, meskipun kamu tak pernah mnengerti
Mengapa aku ingin terus bersama-mu?
Kamu mimpi maya akhir perjuanganku
Menghadapi peliknya maslah Dunia dan akhirat ku.
Ku ingin menetapkan keputusannya
Aku memang ragu, ragu akan mu. Tapi khusnudzon itu baik bagi ku
Sulit bagiku melupakannmu,
Namun…
kesungguhan ini akan kusimpan kembali
Sepertinya Allah telah menuntunku bisa mengenalmu
Aku mengenalmu begitu dekat seakan begitu kuat melekat dalam diri ku ini
Membawaku pada dunia tak berujung melampaui dunia sesungguhnya
Mengenalkannku arti sebuah perjuangan
Membuatku bisa merasakan indahnya kasih sayang
Membuatku bahagia bersama kelebihan dan kekurangannya
Mengenalkan seuatu yang baru bagi perjuanganku
Menguji kemampuanku yang sebetulnya tak ada apa-apanya
Namun hari ini aku harus kemabali,,,
Merapihkan barang-barang yang telah pernah menjadi tempat persinggahanku
Yang akan membuatku kembali pada awalnya kehadiranku sebelum bertamu
Padanya…
Ini buruk bagiku, namun aku tak ingin digilakan karena mengejarnya
Padahal dia tak pernah mengejar-ku
Aku terus mencoba mendapatkannya sehingga aku melupakan kasihku yang abadi, Allah…
Aku ingin tetap mencintainya seperti aku mencintai diriku
Aku ingin tetap menyayanginya seperti Allah menyayangiku
Walupun begitu sering cara salahku padanya
Membuatnya terikat, menyesakkan dan begitu hampa
Walaupun pada awalnya dia bisa menerima-ku
Namun…
Ia tak pernah menceritakan semua itu pada ku
Aku ingin dia mengerti akan ku, dia memendamnya
Sampai akhirnya dia menyampaikan pesan pahitnya
Melalui sahabatnya…
Apa yang kuimpikan nyata terjadi,
namun aku terlanjur cinta padanya
Mengapa baru kamu persalahkan cinta ini?
Kalolah hari itu aku menyentuhnya, dan kumerasakan bahagia
Namun sebetulnya tidak, sayang yang ada.
Aku bahagia dengan semua dosaku karenanya.
Dia bisa menjatuhkan ku disaat aku sedang tegak sekalipun
Karena apa?
Karena Dia manusia biasa seperti-ku
Aku sayang padanya, aku tak ingin dia menderita
Walau begitu sering aku melukainnya
Bagi ku bercanda itu penting, karena akupun humoris
Namun tidak untuknya, aku ingin memberikan yang terbaik untuknya
Ternyata itu membuatnya terluka
Saat kulepaskan, dia begitu bahagia
Namun aku begitu menderita dengan semua kesungguhanku
Kalaolah hari ini aku berada dijurang, aku akan tunjukan padanya
Kesungguhanku untuknya, namun buka untuk mati
Begitu bodoh rasanya mati sia-sia untuk orang yang tidak mencintai kita
Dan tak bisa menolong apa-apa setelah ku pulang pada-Nya
Namun aku akan terbang…
Menyadari betapa besarnya karunia ciptaannya yang Maha Besar
Allah…
Aku terlalu mencintainya, aku terlalu menayanginya
Sehingga aku lupa, harus kepada siapakah aku kembali
Allah…
Aku memintanya, aku menginginkannya
Namun aku melupakan sesuatu yang menggenggamnya
Allah…
Semua kekurangannya ku tak mengerti
Namun aku akan terus mencoba mengerti karena ini karuania
Allah…
Kesungguhan komitmen ku, membuatku harus terus berlari
Mencari celah cahaya dan kehidupan baru yang lebih abadi hanya untuknya
Allah…
Kalaulah hari ini aku simpan semua kesungguhanku padanya
Yang bisa menbuatku tenang, dan bahagia. Untuk tidak melupakannya
Allah…
Begitu pelik memang, tapi tidak akan pernah menyerah
Begitu sulit memang, tapi tidak untuk mati binasa. Dia selalu setia menemani kita
Allah…
Aku diam atau maju dan mudur atau mengalah
Namun langkah ini begitu pasti dan nyata padanya
Allah…
Kita sering ragu, mengapa kita ada di bumi ini
Kita sering bingung siapakah yang akan benar-benar percaya pada kita?
Allah…
Kita manusia pilihannya, kita lahir membawa sebuah misi
Yang dipertahankan sampai kita mati, jangan kita menyiakannya
Allah…
Biarkanlah hari ini kamu merasa begitu menderita
Karena esok kamu akan tertawa bahagia bersamanya
Allah…
Mungkin ada saatnya hidup kita begitu nestapa
Namun itu masalahnya, karena jauh dari-Nya
Allah…
azhar.kelana
simpel tpi..
BalasHapus"kerend"